Digital berasal dari bahasa yunani yaitu, kata Digitus yang berarti jari jemari. Digital adalah sebuah metode yang kompleks, dan fleksibel yang membuatnya menjadi sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia. Era Digital dimulai pada saat seorang insinyur Jerman dari Institut Fraunhofer Sirkuit Terpadu memaparakan musik ke format yang memungkinkan untuk dibawa melalui kabel optic melalui internet. Mereka mengurangi bit-bit sebuah lagu di tingkat 12 menjadi 1 dengan menghilangkan semua suara yang tidak bisa didengar telinga manusia. Dengan melakukan itu, format digital, juga dikenal sebagai MP3, yang dapat dengan mudah di unggah ke internet. Format MP3 dimungkinkan untuk memiliki banyak lagu dalam hard drive dan memungkinkan untuk berbagi file di Internet. Pentingnya musik dalam format fisik, berkurang drastis sedangkan pentingnya media internet yang meledak menciptakan konektivitas yang tinggi dan sedikit kontrol penggunaan dari kekayaan intelektual.Menurut Leyshon (2014) awal abad kedua puluh satu, industri musik mulai mengalami penurunan penjualan, pertumbuhan negatif, dan kerugian finansial. Penjelasan internal industri musik dengan cepat dan tegas mengidentifikasi penyebab krisis sebagai maraknya berbagi file internet, atau 'pembajakan' dalam terminologi industri. Internet telah mengubah struktur industri musik dengan menggantikan struktur fisik untuk struktur virtual dan struktur jaringan menggantikan yang berurutan Hal ini juga mengurangi hambatan masuk setelah menghilangkan kebutuhan untuk distribusi fisik dan pengecer produk sampai batas tertentu.Dalam tiga dekade terakhir industri musik mengalami perubahan yang dramatis. Pendorong awal perubahan adalah perkembangan teknologi, khususnya digitalisasi distribusi musik. Perubahan radikal mulai muncul dengan perkembangan internet yang menyebabkan dematerialisasi format musik, akibatnya mengubah konsumsi dari format fisik tradisional ke digital konsumsi yang disediakan oleh layanan streaming. Pandemi Covid-19 yang mulai mewabah sejak awal 2020 juga menjadi awalan pukulan keras bagi industri musik dunia. Pembatasan pergerakan masyarakat untuk memutus penularannya membuat konser batal terlaksana dan banyaknya musisi yang vakum dari industri musik.
Menilik Digitalisasi Musik
Pembajakan musik di Indonesia pada saat ini juga semakin berkurang dengan hadirnya berbagai platform musik digital. Masyarakat lebih memilih mendengarkan musik melalui ponsel pintar mereka daripada membeli CD bajakan. Semenjak dikenalkannya platform musik yang kian banyak bermunculan, efektifitas ini juga kian menghentikan kasus pembajakan yang ada. Kehadiran platform musik digital nyatanya mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap musik. Dalam tiga dekade terakhir industri musik juga mengalami perubahan yang dramatis. Pendorong awal perubahan adalah perkembangan teknologi, khususnya dalam digitalisasi distribusi musik. Perubahan radikal mulai muncul dengan perkembangan internet yang menyebabkan dematerialisasi format musik yang ada. Akibat dari digitalisasi ini mengubah konsumsi dari format fisik tradisional ke digital konsumsi yang disediakan oleh layanan streaming yang lebih praktis dan mudah diakses diinternet.


0 Comments
Posting Komentar